24 July 2020

Mahfud: Konflik Natuna, Papua, Adakah Murni Separatisme KKB.

Mahfud MD menyebut tantangan-tantangan tersebut harus dihadapi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Mahfud MD mengungkap tiga tantangan yang dihadapi Indonesia dari mulai wilayah barat, tengah, hingga timur. (Dok: Humas Polhukam)

DUTA – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan ada tiga tantangan utama yang dihadapi Indonesia. Tantangan itu tersebar dari wilayah barat, tengah, hingga timur Indonesia.

Dilansir CNN, Hal itu disampaikan Mahfud usai menggelar rapat dengan jajaran TNI dan Polri yang tengah bertugas di wilayah Papua, Rabu (22/7).

Infografis Lini Masa Teror KKSB di Papua
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi , Infografis Lini Masa Teror KKSB di Papua

Mahfud menyebut tantangan pertama di wilayah barat adalah intervensi pihak asing di wilayah perairan Laut Natuna Utara yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

China selalu mengklaim bahwa perairan tersebut masuk wilayahnya berdasarkan pada sejarah, bukan hukum laut yang berlaku saat ini.

Selain di Natuna, Mahfud menyebut gangguan juga terjadi di wilayah timur, tepatnya Papua. Menurutnya, kelompok kriminal bersenjata masih terus mengganggu keamanan Bumi Cendrawasih sampai hari ini.

Mahfud lantas mengingatkan kepada jajaran TNI dan Polri yang tugas di Papua tak mudah terprovokasi. Ia meminta para prajurit tak melakukan tindakan yang justru akan menimbulkan tudingan terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jangan terpancing untuk melakukan tindakan yang bisa dinilai melanggar HAM. Kita jaga negeri ini dengan sepenuh hati, dan tidak terprovokasi oleh pihak lain,” kata dia.

Sementara di wilayah tengah, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menyatakan bahwa ancaman yang muncul adalah gerakan-gerakan radikal. Namun, Mahfud tak menyebut secara gamblang gerakan radikal yang dimaksud.

“Di wilayah tengah yang tersebar di berbagai daerah yaitu ancaman terhadap keutuhan ideologi yang antara lain berbentuk gerakan-gerakan radikal,” kata Mahfud.

YouTube
YouTube
Instagram