6 November 2020

Survei: 64,6 Persen Puas Kerja Jokowi, Hasil Diklaim Nyata

Survei Indo Barometer mencatat 64,6 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo pada satu tahun periode keduanya. (Jokowi) (Muchlis - Biro Setpres)

Survei Indo Barometer mencatat 64,6 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo pada satu tahun periode keduanya. (Jokowi) (Muchlis - Biro Setpres)

DUTAJakarta – Survei Indo Barometer mencatat 64,6 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam satu tahun pemerintahan periode kedua 2019-2024. Sementara 33,1 persen masyarakat merasa tak puas.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan hasil survei tersebut lebih baik dari periode pertama Jokowi. Pada September 2015, kepuasan terhadap Jokowi hanya 46,0 persen. Sementara 51,1 persen menyatakan tak puas.

“Sebesar 64,6 persen publik puas dengan kerja Presiden Joko Widodo. Yang tidak puas 33,1 persen, tidak tahu/tidak jawab 2,3 persen,” kata Qodari dalam keterangan tertulis kepada CNN, Kamis (5/11).

Indo Barometer mencatat responden yang puas beralasan Jokowi mempunyai hasil kerja nyata (27,1 persen), Jokowi orangnya merakyat (20,1 persen), dan banyak pembangunan infrastruktur (19 persen).

Sementara, alasan ketidakpuasan publik terhadap Jokowi adalah karena menilai pemerintahan Jokowi menguntungkan pihak tertentu (16,4 persen).

Kemudian 13,4 persen tak puas karena merasa banyak tenaga kerja asing. Alasan lainnya adalah perekonomian Indonesia menurun (13,1 persen), lapangan pekerjaan terbatas (11,6 persen), dan kesejahteraan masyarakat menurun (7,6 persen).

Dalam survei kali ini, Indo Barometer juga menemukan ketidakpuasan publik terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin lebih tinggi daripada Jokowi.

“Sebanyak 40,8 persen publik puas dengan kerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Yang tidak puas 47,4 persen, tidak tahu/tidak jawab 11,8 persen,” ujar Qodari.

Kepuasan terhadap Ma’ruf dilandaskan pada alasan berperan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama (36,5 persen), mempunyai hasil kerja nyata (16,1 persen), dan orang baik dan sederhana (12 persen).

Sementara itu, responden yang tak puas beralasan hasil kerja nyata belum terlihat (65 persen), Ma’ruf tidak tegas (9,5 persen), dan kebijakan Ma’ruf terbatas (5,3 persen).

Survei dilakukan pada 10-17 Oktober 2020 terhadap 1.200 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar sekitar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelum ini, survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) terus turun dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan data yang dipaparkan LSI, Selasa (3/11), jumlah masyarakat yang puas pada Agustus berada di angka 65,5 persen, kemudian turun di September ke angka 64 persen, dan turun kembali di Oktober ke angka 57,8 persen.

Sebelumnya, Jokowi banyak dikritik publik karena menggagas Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap hanya menguntungkan pengusaha. Selain itu, sejumlah pakar menilai penanganan Covid-19 oleh pemerintah tak optimal. (ISL)

YouTube
YouTube
Instagram