12 February 2021

Habib Hasan Hatamie : Media Sosial Rawan Digunakan Kelompok Anti Pancasila, Kita Harus Tangkal

Dok : Habib Hasan Hatamie

Dok : Habib Hasan Hatamie

DUTA – Jakarta, Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara resmi telah dibubarkan oleh pemerintah karena di anggap Anti-Pancasila. Pembubaran HTI dilakukan melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pencabutan status badan hukum itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI.

Namun demikan pembubaran HTI secara hukum tidak lantas membuat aktifitas mereka berhenti. Mereka seringkali membuat kegiatan atau aktifitas dengan bentuk dan pola baru dengan tujuan yang sama yakni mengkampanyekan ideologi khilafah versi mereka. Hal tersebut menurut Habib Hasan Mujtaba Hasyemie Bin Syekh Abubakar atau yang sering akrab dipanggil Habib Hasan Hatamie perlu di Antisipasi.

“Kelompok eks HTI meskipun telah di bubarkan mereka masih banyak melakukan gerakan penyebaran ideologi yang Anti terhadap Pancasila” Kata Habib.

Habib Hasan Hatamie Kemudian menjelaskan pola gerakan eks HTI saat ini yang cukup intensif melalui media sosial. Mungkin karena telah dibubarkan, mereka agak kesulitan dalam membuat kegiatan yang bersifat konvensional seperti halaqoh kajian dan semacamnya. Jadi mereka memanfaatkan sosial media untuk menyebarkan paham / ideologi mereka.

“Dan gerakan eks HTI di media sosial inilah yang justru harus di antisipasi semua pihak karena karakter media sosial orang dapat dengan bebas menyebarkan pesan ke banyak sasaran, dan lebih cepat” terangnya.

Dengan demikian, Habib mewanti agar semua elemen peka dan bahu membahu dalam menangkal penyebaran paham dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ideologi bangsa yakni Pancasila.

“Media sosial kini jadi sarana propaganda kelompok eks HTI dan lainnya yang anti terhadap Pancasila, sehingga kita juga harus aktif menangkalnya” Pungkasnya.

YouTube
YouTube
Instagram